Lewati ke konten
Artikel
An open Quran with a green decorative cover, illuminated by sunlight, showing Arabic script.
Foto: Gizem Gökce / Pexels
Artikel

Tips Menyimpan dan Merawat Mushaf agar Tetap Awet

Mushaf Al-Qur’an bukan sekadar buku biasa. Ia adalah kalam Allah yang menjadi pedoman hidup, sumber cahaya, dan teman terbaik dalam perjalanan seorang muslim. Karena itu, memperlakukan mushaf dengan baik adalah bagian dari adab kita terhadap Al-Qur’an.

Sayangnya, tidak semua orang tahu bagaimana cara menyimpan dan merawat mushaf dengan benar. Ada yang membiarkannya berdebu di rak, ada pula yang menyimpannya di tempat lembap hingga lembarannya rusak. Padahal, dengan perawatan sederhana, mushaf bisa bertahan bertahun-tahun dan tetap nyaman digunakan untuk beribadah.

Berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan agar mushaf tetap awet dan layak dibaca dalam waktu lama.

1. Simpan di Tempat yang Bersih dan Kering

Lingkungan penyimpanan sangat memengaruhi usia mushaf. Kelembapan dan debu adalah dua musuh utama yang membuat kertas cepat rusak dan berjamur.

  • Pilih rak atau lemari yang tertutup dan bersih, jauh dari jangkauan serangga.
  • Hindari menyimpan mushaf di tempat lembap seperti dekat jendela terbuka, dapur, atau lantai dasar yang sering terkena air.
  • Jika memungkinkan, letakkan silica gel di sekitar rak untuk menyerap kelembapan.
  • Jangan menumpuk mushaf terlalu tinggi hingga saling menekan dan merusak punggung buku.

Tempat yang kering dan bersih akan menjaga kertas tetap lentur dan tulisan tetap jelas terbaca.

2. Gunakan Posisi yang Tepat Saat Menyimpan

Cara meletakkan mushaf juga berpengaruh pada keawetannya. Posisi yang salah bisa membuat lembaran terlipat atau punggung buku cepat rusak.

  1. Berdiri tegak di rak, seperti buku pada umumnya, agar tidak saling menindih.
  2. Jika harus ditumpuk, letakkan mushaf paling atas dan jangan menaruh benda berat di atasnya.
  3. Hindari menyimpan mushaf dalam posisi terbuka terlalu lama karena dapat merusak jilid.
  4. Pastikan tidak ada benda tajam atau berat yang menekan mushaf.

Posisi yang benar membantu menjaga bentuk mushaf tetap rapi dan kuat.

3. Bersihkan Secara Rutin dengan Lembut

Debu yang menempel bisa masuk ke sela-sela lembaran dan membuat kertas kusam. Membersihkan mushaf secara rutin adalah kebiasaan baik yang mudah dilakukan.

  • Gunakan kain lembut atau kemoceng untuk menyapu debu di permukaan sampul.
  • Hindari menggunakan air atau cairan pembersih kimia yang bisa merusak kertas.
  • Saat membuka lembaran, lakukan dengan hati-hati dan jangan membalik terlalu cepat.
  • Cuci tangan sebelum membaca agar minyak dan kotoran tidak menempel di kertas.

Perawatan kecil seperti ini akan sangat terasa hasilnya dalam jangka panjang.

4. Jauhkan dari Sinar Matahari Langsung

Sinar matahari memang baik untuk kesehatan, tetapi tidak untuk mushaf. Paparan sinar matahari langsung dapat membuat kertas menguning, getas, dan tulisan memudar.

Simpanlah mushaf di tempat yang mendapat cahaya tidak langsung. Jika ingin meletakkannya di ruangan terbuka, pastikan tidak terkena sinar matahari secara terus-menerus. Suhu ruangan yang stabil juga membantu menjaga kualitas kertas dan tinta.

5. Gunakan Pelindung Tambahan

Untuk mushaf yang sering dibawa bepergian atau digunakan di masjid, pelindung tambahan sangat membantu.

  • Gunakan sampul plastik atau kain yang tidak terlalu ketat agar tidak menekan jilid.
  • Simpan dalam tas khusus atau kantong bersih saat dibawa ke luar rumah.
  • Hindari menaruh mushaf di dalam tas bersama benda tajam seperti pulpen atau gunting.
  • Untuk mushaf di masjid, sediakan rak khusus yang mudah dijangkau dan tetap terjaga kebersihannya.

Pelindung sederhana bisa mencegah kerusakan yang tidak perlu.

6. Perbaiki Segera Jika Ada Kerusakan Kecil

Jangan menunggu sampai rusak parah. Jika ada lembaran yang lepas atau sampul yang mulai terbuka, segera perbaiki dengan lem kertas yang aman atau bawa ke penjilid buku.

Kerusakan kecil yang dibiarkan bisa menyebar dan membuat mushaf tidak nyaman digunakan. Merawat mushaf juga bentuk rasa syukur kita karena masih diberi kesempatan membaca kalam-Nya.

7. Ajarkan Kebiasaan Baik Ini kepada Keluarga

Merawat mushaf bukan hanya tanggung jawab pribadi. Ajak keluarga, terutama anak-anak, untuk terbiasa memperlakukan Al-Qur’an dengan hormat dan penuh kasih.

  • Biasakan meletakkan mushaf di tempat yang layak setelah selesai membaca.
  • Ajarkan mencuci tangan sebelum memegang mushaf.
  • Beri contoh membaca dengan tenang dan tidak terburu-buru.
  • Libatkan anak dalam merapikan rak mushaf di rumah.

Kebiasaan kecil ini akan tumbuh menjadi kecintaan pada Al-Qur’an sepanjang hidup mereka.

Mushaf yang Terawat, Ibadah yang Lebih Nyaman

Mushaf yang awet bukan hanya soal hemat biaya. Lebih dari itu, ia membuat kita lebih nyaman dan khusyuk saat membaca. Lembaran yang bersih, tulisan yang jelas, dan jilid yang kuat akan menemani kita dalam banyak momen ibadah.

Di sisi lain, masih banyak saudara kita yang belum memiliki mushaf layak pakai. Ada masjid yang mushafnya sudah usang, ada pesantren yang kekurangan Al-Qur’an, dan ada rumah tahfiz yang membutuhkan tambahan mushaf untuk santrinya.

Merawat mushaf yang kita miliki adalah kebaikan. Berbagi mushaf untuk mereka yang membutuhkan juga kebaikan. Keduanya bisa kita lakukan bersama-sama.

Mari ambil bagian dalam menghadirkan Al-Qur’an bagi mereka yang membutuhkan. Bersama AKSIQU, setiap mushaf yang tersalurkan menjadi cahaya yang terus mengalir manfaatnya. Yuk, jadikan hari ini bagian dari perjalanan pahala jariyah.

#AKSIQU #AksiBerbagiQuran #BerbagiQuran #SedekahQuran #WakafQuran #AlQuran #PahalaJariyah

Bagikan

Artikel terkait

Bantu program kebaikan hari ini

Donasi Sekarang